SELAMAT DATANG KAFANOVA,kirimkan kritik saran demi kemajuan blog ini,,kirimkan tulisan terbaik anda ke sapujagad@gmail.com,,bisa berupa artikel,cerpen,dll
Home » » Mengetahui masalah bagian dari kemampuan menyelesaikan masalah (Telaah metode penyelesaian soal Eksak)

Mengetahui masalah bagian dari kemampuan menyelesaikan masalah (Telaah metode penyelesaian soal Eksak)

Sebagai seorang guru kimia, seringkali saya menghadapi persoalan anak-anak didik yang malas dalam mengerjakan soal-soal latihan. Kadang saya juga bertanya-tanya, Apakah karena para siswa merasa bahwa apa yang dilakukannya (latihan soal), tidak ada gunanya?. Sepintas, kalau kita berfikir pendek, mungkin akan menjawab Ya. Saya teringat ketika seorang dosen (akta IV), yang menyampaikan bahwa latihan soal-soal eksakta adalah hal yang terlalu abstrak dan tidak memberi kontribusi kepada siswa dalam pendewasaan pola pikir.

Namun realita di lapangan membantah asumsi dosen tersebut. rata-rata anak-anak yang memiliki logika berfikir yang baik akan mampu menyelesaikan soal-soal eksakta. Bahkan berdasarkan pengalaman, saya punya asumsi bahwa kalau seorang anak didik sering mengerjakan soal latihan eksakta maka akan memiliki kualitas logika berpikir yang lebih baik dan meningkat. Dan pola berpikir tersebut akan berpengaruh signifikan dalam kemampuannya menghadapi persoalan-persoalan hidup.

Metode penyelesaian masyalah yang sering dilakukan dan diajarkan dalam mata pelajaran eksakta adalah metode D3, Diketahui, ditanya dan dijawab. Diketahui, berartiseorang anak didik akan berusaha memetakan persoalan/pertanyaan yang diajukan kepadanya. Seorang anak tidak mungkin akan menyelesaiakan soal tanpa mengetahui persoalan yang sesungguhnya. bahkan akan memberikan jawaban yang keliru jika keliru dalam memetakan soal.

Setelah tahu persoalan yang sebenarnya, tahap berikutnya adalah mengetahui inti persoalan yakni apa yang ditanyakan dari soal. Dengan mengetahui pertanyaan yang diajukan maka seorang anak akan tepat dalam menjawabnya, tidak bertele-tele.

Tahap selanjutnya adalah menjawab soal. Dengan mengetahui peta soal dan pertanyaan, maka akan mengalami kemudahan di tahap ini. Seorang anak didik tinggal menghubungkan antara hal-hal yang diketaui dengan pertanyaan yang diajukan soal. Cara menghubungkannya dengan menggunakan rumus-rumus (persamaan-persamaan matematik) permasalahan yang telah diajarkan.


SUMBER
Share this article :

0 comments :

Post a Comment

OPINI

LIHAT YANG LAIN YUKK... »
KAFANOVA