SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN,kirimkan kritik saran demi kemajuan blog ini,,kirimkan tulisan terbaik anda ke sapujagad@gmail.com,,bisa berupa artikel,cerpen,dll
Home » » Penentuan Bilangan Oksidasi – Biloks

Penentuan Bilangan Oksidasi – Biloks

Walaupun transfer elektron merupakan konsep yang lebih menyeluruh dari redoks, itu setiap saat sulit intuk mengidentifikasi jenis mana yang dioksidasi dan direduksi. Sebagai contoh, kalium dikromat bereaksi dengan larutan yang bersifat asam dari natrium iodide untuk menghasilkan iodin.
Cr2O72-(aq) + 14H+(aq) + 6I(aq) ? 2Cr3+(aq) + 3I2(aq) + 7H2O(l)
Ion iodide dioksidasi menjadi iodin. – Materi Bilangan Oksidasi Biloks Transfer Elektron
2I-(aq) ? I2(aq) + 2e-.
Itu dapat disimpulkan bahwa Cr3+ telah dihasilkan oleh Reduksi dari ion dikromat (Cr2O72-). Bagaimanapun juga, itu terlihat bahwa muatan ion negative telah direduksi menjadi muatan ion positif. Ini bertentangan dengan penerimaan elektron yang terjadi dalam reduksi. Pertentangan yang jelas ini dapat diatasi dengan menggunakan konsep bilangan oksidasi. Bilangan Oksidasi sebuah atom merupakan muatan yang diberikan kepada atom yang sesuai dengan penetapan.
Untuk ion monoatomik bilangan oksidasinya sama dengan muatan ionnya. Sebagai contoh, Cu2+ mempunyai bilangan oksidasi +2 dan Cl- mempunyai bilangan oksidasi -1. Senyawa dalam keadaan dasar bilangan oksidasinya 0. Untuk jenis yang terdiri dari dua atau lebih dari gabungan atom yang berbeda dalam ion atau molekul, bilangan oksidasi masing- masing atom ditentukan dengan menggambarkan proses dimana elektron terbagi dalam ikatan kovalen yaitu unsur yang lebih elektronegatif dalam masing- masing ikatan.
Walaupun elektron dalam ikatan telah terbagi, belerang lebih elektronegatif daripada hidrogen dan elektron ditentukan oleh atom belerang.
Atom belerang dapat dibayangkan mempunyai kelebihan dua elektron dan mempunyai bilangan oksidasi 2. Masing- masing atom hidrogen dapat dibayangkan telah kehilangan satu elektron dan bilangan oksidasinya menjadi +1.
Hal yang sama juga terjadi pada struktur asam sulfat, bilangan oksidasi masing- masing atom dalam H2SO4 dapat ditentukan.
Masing- masing atom hidrogen ‘kehilangan’ elektron dan bilangan oksidasinya +1. Masing- masing atom oksigen ‘kelebihan’ dua elektron dan bilangan oksidasinya -2. Atom belerang ‘ kehilangan’ enam elektron valensi dan bilangan oksidasinya +6.
Secara sederhana proses pemberian bilangan oksidasi mengacu pada aturan yang telah dikembangkan.
Aturan- aturan itu dapat diringkas sebagai berikut : - Materi Bilangan Oksidasi Biloks Transfer Elektron
  1. Untuk unsur dalam keadaan dasar bilangan oksidasinya sama dengan 0
  2. Untuk ion monoatomik bilangan oksidasinya sama dengan muatan ion
  3. Untuk gabungan oksigen bilangan oksidasinya sama dengan -2, kecuali dalam peroksida sama dengan -1 dan dalam F2O sama dengan +2.
  4. Untuk gabungan hidrogen bilangan oksidasi semua atom sama dengan muatan dalam ion atau molekul.
Untuk senyawa poliatomik jumlah dari bilangan oksidasi semua atom sama dengan muatan ion atau molekul.
biloks Bilangan Oksidasi: Cara Menentukan Biloks Untuk Mengidentifikasi Reaksi Redoks

Bilangan Oksidasi: Cara Menentukan Biloks Untuk Mengidentifikasi Reaksi Redoks

Menggunakan bilangan Oksidasi untuk mengidentifikasi reaksi Redoks.
Materi Bilangan Oksidasi Biloks Transfer Elektron - Dengan memeriksa variasi dari reaksi redoks dapat terlihat bahwa oksidasi mengalami peningkatan dalam bilangan oksidasi. Ini karena sebuah atom harus kehilangan elektron untuk meningkat ini merupakan keadaan oksidasi. Sebaliknya reduksi mengalami penurunan bilangan oksidasi.
Dalam pembakaran magnesium telah dipertimbangkan sebelumnya,
2 Mg (s)  +  O2(g)  à  2 MgO(s)
Magnesium dioksidasi karena telah kehilangan elektron. Itu dapat juga terlihat bahwa bilangan oksidasi telah mengalami kenaikan.
Mg(s)    à        Mg2+(s)  +  2 e-
(0)                    (+2)
Oksigen yang direduksi, lihat penurunan bilangan oksidasi.
O2(g)   +   4 e-   à        2 O2-(s)
(0)                                (-2)
Catatan bahwa sejumlah elektron yang kehilangan atau kelebihan  bersama ke muatan dalam bilangan oksidasi atom.
Reaksi dari ion dikromat dengan ion iodida,
Biloks Bilangan Oksidasi: Cara Menentukan Biloks Untuk Mengidentifikasi Reaksi Redoks
Itu dapat terlihat bahwa 2 atom kromium masing- masing kelebihan 3 elektron, totalnya 6 elektron. 6 ion iodide kehilangan masing- masing sebuah elektron. Jadi, sejumlah elektron yang  ditranfer seimbang.
Bilangan oksidasi berguna untuk menentukan apakah sebuah reaksi adalah reaksi redoks. Dalam banyak kasus itu merupakan jalan untuk menentukan unsur- unsur mana yang dioksidasi atau direduksi.
Share this article :

0 comments :

Post a Comment

OPINI

LIHAT YANG LAIN YUKK... »
KAFANOVA