SELAMAT DATANG KAFANOVA,kirimkan kritik saran demi kemajuan blog ini,,kirimkan tulisan terbaik anda ke sapujagad@gmail.com,,bisa berupa artikel,cerpen,dll
Home » » SANG PENJAGA

SANG PENJAGA

Bismillah.
Assalau'alaikym warohmatullahi wabarokatuh.



           Umur, bagi manusia merupakan misteri yang hanya diketahui oleh Sang Khalik. Tak ada yang bisa meraba dan menduga sampai kapan umur kita.
          Ada hal yang mendasar yanng patut kita lakukan agar kita dapat mengoptimalkan umur dalam kebajikan. Diantaranya berusahan menggapai ridho Allah subhanallahu wata'ala dan mengerjakan perbuatan yang dapat mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Setelahnya adalah selalu menjaga amal kebaikan agar tetap murni tanpa cacat atau bahkan hilang. Tapi sayangnya, menjaga amal baik agar tetap terus
berlanjut tidaklah mudah. Ada kiat dan tips tersendiri agar amal benar-benar terjaga.
         Sang penjaga amal tersebut adalah :

          Tidak melakukan keharaman
, secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Hindarilah menumpuk kebaikan laksana gunung tetapi disisi lain melakukan keharaman secara sembunyi sembunyi maupun terang-terangan. Bisa jadi amalan kebaikan yang kita lakukan tak bernilai atau akan hangus ketika kita juga melakukan keharaman yang menjadi larangan Allah.
        
          Tidak 'ujub dan pemer. Sikap ujub biasanya meremehkan dosa-dosa kecil. Ketika sudah terjangkit virus 'ujub kita akan dengan mudahnya meremehkan dosa-dosa kecil jika dibandingkan dengan kebajikan yang telah diperbuat. Hasilnya kita akan terbiasa melakukan dosa-dosa kecil dan karenanya pula kita akan kehilangan amalan-amalan kebaikan yang kita lakukan.


          Menjaga hak-hak orang lain. Hindarilah mendzalimi saudara-saudara kita baik menyangkut kehormatan dan hak-hak secara umum. Merampas kehormatan saudara kita berupa kehormatan ataupun materi akan menghilangkan pahala kebaikan kita kelak. Di pengadilan Allah nanti orang yang terampas hak-haknya akan mengambil amalan orang yang merampas hingga hak-haknya semasa di dunia terpenuhi.
          
          Tidak melakukan 'jariyah as suu' ( kejahatan yang terus mengalir ). Kita sangat takut jika kita adalah perintis perbuatan dosa. Dosa orang-orang yang mengikuti pula akan menjadi tanggungan kita karena kitalah yang menjadi pelopornya. Bgaimana jika ratusan orang mengikuti perbuatan kita yang jelek? bukankah kita akan menjadi orang yang "kaya" akan dosa?

        Di atas adalah beberapa tips penjaga amalan kita. Satu yang tidak boleh kita lupa, bahwa semua yang kita lakukan, yang kita usahakan jangan pernah lepas dari yang namanya berserah pada Allah, berdoa pada-Nya, karena tak ada kekuatan melainkan semuanya dari-Nya dan bahwa kita hidup diatas garis yang telah Dia tuliskan. Dan yang terpenting apapun yang kita lakukan, kebaikan sekecil atom pun haruslah semata-mata karena menghapkan wajah dan ridho-Nya.

Wallahu ta'ala 'alam




-sumber : Majalah Elfata-

Share this article :

0 comments :

Post a Comment

OPINI

LIHAT YANG LAIN YUKK... »
KAFANOVA